Pelatihan Pemanfaatan Barang Bekas di Wisata Alam Gunung Mungker

Admin Desa 18 Januari 2018 12:11:30 WIB

TERONGNEWS

Mungkin bagi sebagian orang, barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai hanya dianggap sebagai sampah. Barang tersebut hanya dikumpulkan, di bakar bahkan dibuang namun berbeda dengan dengan Bapak Pranowo Trainer PAUD Nasional serta Pak Arigami yang menyulap barang-barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai seni tinggi.

Bertempat di Wisata Alam Gunung Mungker, dari tadi malam Rabu 17 Januari 2018 hingga saiang hari ini Kamis 18 Januari 2018 beliau ini memberikan pelatihan bagi ibu-ibu rumah tangga untuk mulai memanfaatkan barang bekas di sekitar untuk dijadikan barang yang ebrnilai seni. Setelah ibu-ibu ini tadi malam mbelajar membuat aneka macam bunga dari barang bekas yang berupa plastik, hari ini masih melanjutkan membuat berbagai macam bentuk hiasan rumah dan halaman dari ban bekas.

Tidak terlalu sulit hanya saja perlu sedikit kesabaran, kejelian dan ketrampilan untuk membuat barang-barang recycle ini. Bentuk yang dibuatpun beragam, misalnya dari ban bekas dibentuk menjadi seekor ayam dan angsa. Ban yang berbentuk lingkaran dengan ketrampilan bisa disulap menjadi berbagai bentuk yang lucu dan unik.

Rencananya Bapak Pranowo bersama dengan Bapak Arigami juga nantinya akan membantu membuat konsep agar Wisata Gunung Mungker ini lebih ramai pengunjung dengan konsep taman yang berbeda dari yang lain.

Komentar atas Pelatihan Pemanfaatan Barang Bekas di Wisata Alam Gunung Mungker

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
Isikan kode Captcha di atas
 

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutube

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Aplikasi Cetak KTP-EL Tanpa Antrean

Chat Online

Chat - Customer Module

Kalender

Pengumuman

Diberitahukan kepada seluruh Warga Desa Terong agar segera melunasi Piutang PBB (Pajak Bumi dan Bangunan ) 2019 Sebelum tanggal jatuh tempo 31 Juli 2019. terimakasih

Mbangun Desa

AUDIO

Lokasi TERONG

tampilkan dalam peta lebih besar